Aku tak membenci mereka. Walau
mereka memiliki ego masing-masing untuk berpisah. Kadang, aku hanya sedikit
kesal dengan keadaan yang ada.
aku tak memihak salah satunya, walau salah satunya adalah orang yg
membesarkanku dengan kedua tangannya sendiri.
aku tidak menyalahkan siapapun,
meski tangis tetap menetes perlahan di pipi. Mereka tetap bersama seperti dalam
ingatanku, sebuah sosok masalalu mereka. Itu semua bisa dirasakan dalam
khayalanku. Ya, dalam khayalan.
Dalam khayalanku, kami sama seperti
keluarga yang lain, keluarga yang lengkap dengan kebahagiaan, tertawa,
berkumpul, bercerita, bertukar pikiran, dan saling menasehati. penuh keceriaan. Nyaman. Tapi kembali lagi ke awal
bahwa “itu” hanyalah sebuah khayalan. Aku tak peduli walaupun hanya dalam khayalan.
Dan tak peduli meski tidak ada
siapapun disini selain seorang sahabat sahabat yang tetap berdiri tegak,
mengajariku bagaimana caranya kembali berdiri saat ada batu yang membuat aku
terjatuh, berada disampingku menjadi sosok siapapun. dan ketika mereka sibuk
dengan dunianya sendiri, aku tidak takut sendirian. Karena aku punya tuhan.
Allah SWT J
Anak Broken home adalah anak yang kuat dalam menjalani hidup tanpa satu
orang tua yang memberikan kasih sayang. Dan salah satunya aku.
Banyak
alasan untuk apa kita bertahan hidup sampai sekarang dan mencoba untuk menerima
keadaan yang ada. Tapi tak jarang ada orang yang berputus asa dengan keadaan. Dan
salah satunya aku.
Masalah
akan terus ada itu karena kita masih ada “hidup”. Dan jika kita mati maka masalah itu akan
hilang dengan sendirinya.
Dont
let anger and vengeance eat you from the inside and turn you to be the worse
you can be.
I came from a broken home, my dad was a major
influence in my life.






