Kamis, 07 Maret 2013

RANDOM

0 komentar


Aku tak membenci mereka. Walau mereka memiliki ego masing-masing untuk berpisah. Kadang, aku hanya sedikit kesal dengan keadaan yang ada.
aku tak memihak salah satunya,  walau salah satunya adalah orang yg membesarkanku dengan kedua tangannya sendiri.
aku tidak menyalahkan siapapun, meski tangis tetap menetes perlahan di pipi. Mereka tetap bersama seperti dalam ingatanku, sebuah sosok masalalu mereka. Itu semua bisa dirasakan dalam khayalanku.  Ya, dalam khayalan.
Dalam khayalanku, kami sama seperti keluarga yang lain, keluarga yang lengkap dengan kebahagiaan, tertawa, berkumpul, bercerita, bertukar pikiran, dan saling menasehati. penuh keceriaan. Nyaman. Tapi kembali lagi ke awal bahwa “itu” hanyalah sebuah khayalan.  Aku tak peduli walaupun hanya dalam khayalan.
Dan tak peduli meski tidak ada siapapun disini selain seorang sahabat sahabat yang tetap berdiri tegak, mengajariku bagaimana caranya kembali berdiri saat ada batu yang membuat aku terjatuh, berada disampingku menjadi sosok siapapun. dan ketika mereka sibuk dengan dunianya sendiri, aku tidak takut sendirian. Karena aku punya tuhan. Allah SWT J


Anak Broken home adalah anak yang kuat dalam menjalani hidup tanpa satu orang tua yang memberikan kasih sayang. Dan salah satunya aku.
Banyak alasan untuk apa kita bertahan hidup sampai sekarang dan mencoba untuk menerima keadaan yang ada. Tapi tak jarang ada orang yang berputus asa dengan keadaan. Dan salah satunya aku.
Masalah akan terus ada itu karena kita masih ada “hidup”.  Dan jika kita mati maka masalah itu akan hilang dengan sendirinya.
Dont let anger and vengeance eat you from the inside and turn you to be the worse you can be.
I came from a broken home, my dad was a major influence in my life.


 
Domo-kun Cute